Berpetualang di Daratan Tinggi Dieng (2)Perjalanan perdana ke Dieng adalah perjalanan yang banyak menguras emosi dan tenaga. Untuk pergi ke negeri di atas awan ini, gw ikut Open Trip Permata Tour yang perlu kalian catat klo mo Dieng jangan pake tur ini, serius!
Kenapa? sebelum gue jelasin alasannya gw kasih tau dulu detail awal perjalanan gw. Berkumpul di Mal Semanggi kita berangkat sekitar jam 9 malam yang diperkirakan kita bakal sampai di sana keesokan pagi harinya.
Tapi hambatan demi hambatan ada aja sampai akhirnya gw baru sampe keesokan sore menjelang magrib. Hambatan pertama ada truk mogok di tol, oke fine toh selama perjalanan gw tidur gara-gara badan masih gak enak dan flu. Kemacetan gara-gara truk ini gak jadi masalah karena gw toh tidur aj.
Hambatan kedua terjadi di daerah Jawa Barat gara-gara ban kempes saat subuh dan gw masih gak ngeluh karena momen ini bisa ngbrol dengan banyak orang yang beda latar belakang sambil ngopi.
Baru beberapa ratus meter, busnya mogok lagi kali ini sesuatu di mesinnya patah. Sambil menahan geram gue makan bubur aja semangkok (apa kaitannya) wkwkw. Sambil mulai ngmg keras sama tour guide gw, kenapa masalah muncul terus. Tapi dalam hati gak boleh banyak ngeluh bisa-bisa gak nikmatin liburan.
Setelah menunggu hampir dua jam, gw sampe ada niatan ngangkot aja apa. Akhirya penantian ga sia-sia mobilnya bisa jalan lagi. Hore!
Medan yang makin tinggi bikin bus tua ini menderu-deru dan tinggal hitungan kilometer kembalilah mogok lagi. Gila kali! medan begini busnya payah bahaya banget kan. Nah catet ya! supaya gak terjadi sama kalian gak usah deh pake ini open trip ini.
Hingga akhirnya kita sampai juga dengan kepala yang mau meledak gara-gara emosi. Untungnya udara di Dieng sejuk abis jadi bikin hati sama kepala adem lagi. Palingan cuma melototin si tour leadernya aja. Sampai di sana kita selesain makan siang yang udah jadi makan menjelang magrib wkwkwkw.
Sebagai informasi, masyarakat di sini kebanyakan berkebun. Jadi banyak buah-buah enak di sini dari stroberi sampai buah khas Dieng Carica yang mirip plum enak banget seger. Wajib beli banget.
Gak mau waktu terbuang sia-sia, angkle alias bus kecil udah siap nganter ke Sumur Jalatunda. Sumur ini punya cerita sendiri yang rada mistis gitu. Katanya di sini juga banyak yang sering bertapa.
Setelah melewati anak tangga yang cukup panjang, di ujung sumur yang gak kayak sumur ini kita diberi instruksi sama penjaga sumur. Disuruh lempar batu, makin jauh makin tercapai keinginan kita. Silakan si bagi yang mo iseng-iseng aja, tapi gw sih males gara-gara disuruh beli batu harga gopek satu batu. Yaelah.... dibisnisin amet ya.
Gw akhirnya foto-foto di sekitar dan kenalan sama anak-anak lain yang juga pergi sendiri pakai open trip ini. Menuju penginapan, ada pembagian kamar, beberapa orang beruntung dapat kamar berkapasitas 6-8 dengan kamar mandi di dalam dan air hangat.
Tapi gue gak! jangan sedih hahaha.... gw harus tidur dengan formasi tertentu agar kasur itu muat utk berdelapan dengan kamar mandi rame-rame sama kamar lainnya.
Di malam harinya ada pagelaran seni kayak tari-tarian anak dan lain-lain. Sebenernya pengen tidur banget karena kondisi udah capek tapi sayang kan. Akhirnya kita jalan-jalan aja di sekitar penginapan yang banyak jual macem-macem souvenir yang pastinya baju-baju hangat karena di sini cuacanya sekitar 20 derajat
Malem itu juga kita di-brief supaya besok bangun pagi karena kita akan liat si golden sunrise jam 3 pagi. hwahahwhaha..... dan gak mau mikir apa bisa besok bangun cepet ato gak yang pasti malam ini harus istirahat biar badan gak drop.
Senin, 27 Maret 2017
Selasa, 21 Maret 2017
Suhu dan Udara Ini Melingkupi Inggris Sepanjang Tahun
Inggris termasuk negara yang memiliki kondisi alam yang beragam jika dibandingkan dengan luas tanahnya. Jika dilihat secara keseluruhan terlihat datar, tapi terdapat gunung-gunung yang tingginya lebih dari 1000 m di wilayah Skotlandia dan Wales. Di wilayah Inggris terdapat dataran dan padang gurun yang sangat luas. Khususnya di wilayah bagian barat daya terdapat pantai yang indah yang sangat disukai oleh para turis.
Britania Raya
Dibanding wilayah lainnya di Inggris, di Britania Raya kita dapat banyak melihat hutan yang indah dan padang gurun yang luas dengan geografi yang datar dan cuaca yang hangat. Di pusat terdapat kota-kota besar, seperti Cambridge yang berada di pusat London, Liverpool, dan lain-lain. Di wilayah utara terdapat pemandangan alam dari danau yang indah, di wilayah selatan juga terdapat kastil yang sangat bersejarah dan pantai yang sangat indah. Iklim dari wilayah timur sampai barat sangat rendah, saat musim panas saja suhunya tidak sampai melebihi 32oC dan saat musim dingin termasuk ringan karena tidak sampai dibawah 0oC. Dalam satu tahun biasanya terdapat sekitar 150 hari hujan akan turun.
Wales.
Dibanding dengan wilayah lainnya, Wales merupakan wilayah yang sempit dan juga terdapat beberapa gunung yang tinggi. Seluruh wilayahnya berada di kaki pegunungan dengan ketinggian sekitar 200 m dan terdapat pemandangan alam yang indah, seperti hutan yang lebat dan lembah yang tinggi. Iklim Wales lebih hangat dibandingkan dengan Inggris, tapi sedikit berbeda di wilayah bagian utara dan selatan. Iklim di wilayah selatan termasuk ringan, tapi gunung di wilayah utara sering mengalami perubahan cuaca yang buruk sehingga cuacanya menjadi sangat dingin.
Skotlandia
Skotlandia terbagi menjadi bagian selatan dan bagian utara. Wilayah bagian selatan merupakan wilayah dataran rendah (low land) yang dihubungkan oleh bukit rendah di tengah-tengah Edinburgh yang merupakan ibu kotanya. Wilayah bagian utara merupakan wilayah dataran tinggi (High Land) yang terdapat banyak gunung curam dan juga danau Loch Ness yang menurut legenda terdapat monster yang hidup di dalamnya. Wilayah utara memiliki kekhasan dengan adanya gunung yang bercelah, lembah yang berbentuk U, dan tebing di pinggir pantai. Iklim di wilayah utara sedikit dingin dibandingkan dengan wilayah lainnya, tapi termasuk wilayah yang hangat seperti wilayah utara di Inggris.
Irlandia Utara.
Irlandia Utara yang langsung berhadapan dengan Pulau Britain merupakan tempat dimana selat kecil dan danau-danau indah saling berjajar mengikuti garis pantai yang terbentuk oleh batuan. Di timur laut terdapat danau Lough Neagh yang merupakan danau terbesar di Inggris dan Giants Causeway yang terbuat dari pilar basalt. Sebagian besar beriklim ringan dan termasuk lembab.
Fenomena Smog di London yang mengubah udara menjadi berkabut. Smog merupakan gabungan kata dari Smoke(asap) dan Fog(kabut) dan disebut sebagai fenomena Smog karena saat itu terjadi fenomena udara di langit yang berkabut dipenuhi oleh kabut yang berisi debu dan polusi. Oleh karena Inggris merupakan kota yang mencanangkan revolusi industri yang pertama di dunia sehingga polusi udara yang melebihi negara lain muncul dan akhirnya disebut sebagai fenomena Smog.
Dengan munculnya fenomena ini, berbagai penyakit, seperti asma, penyakit paru-paru, dan penyakit kulit bermunculan, tanaman menjadi mati, dan banyak bangunan yang rusak. Pada tahun 1952, sekitar 12.000 orang meninggal akibat peristiwa Smog ini. Inggris yang mempertimbangkan peristiwa ini akhirnya mendirikan sebuah dewan untuk meneliti kondisi sebenarnya dari polusi udara dan mulai memberitahukan bahaya dari fenomena Smog ke seluruh dunia. Berdasarkan pengalaman yang tragis itu, London merupakan salah satu kota yang menjadi pelopor yang paling aktif dalam pencegahan polusi udara di masa sekarang ini.
Baca Juga :
Jalan-Jalan Keliling London, Inggris
Baca Juga :
Jalan-Jalan Keliling London, Inggris
Sumber: Dooly si Dinosaurus Kecil.
Eksplorasi Perjalanan Besar-Besaran.
Seri Kartun Pelajaran Dooly dari WoongJin ThinkBig Co., Ltd.
Eksplorasi Perjalanan Besar-Besaran.
Seri Kartun Pelajaran Dooly dari WoongJin ThinkBig Co., Ltd.
Selasa, 14 Maret 2017
Huruf R Jadi Penentu Kelas Sosial di New York
Aitchison mengatakan linguis perlu menyadari adanya perubahan bahasa yang terjadi secara sadar dan tidak sadar. Perubahan sadar terjadi jika manusia menyadari adanya dorongan aktif yang terjadi dan biasanya akibat dari "tekanan dari atas". Sementara perubahan tidak sadar biasanya dipengaruhi oleh "tekanan dari bawah".
Labov melihat perubahan bahasa dengan mengambil sampel variasi bahasa yang terjadi di New York. Di tempat ini banyak orang mulai membiasakan diri untuk memakai aksen New York demi menunjukkan prestige.
Berangkat dari masalah ini, Labov mengadakan survei yang dibantu oleh sosiolog di sebuah departement store. Dari survei tersebut diketahui kelas menengah ke atas dari kalangan pekerja sering menyertakan r pada kata-kata seperti bear, beard yang mereka pakai di percakapan santai dan formal. Kecenderungan ini bertambah saat golongan ini membaca kosakata dengan r secara pelan dan hati-hati. Sebab mereka tahu penyebutan r secara jelas adalah pengucapan yang benar.
Yang menarik, perilaku berbahasa kaum menengah ke bawah berbeda-beda mereka, dan yang menggunakan penambahan r di bawah 10 persen. Namun saat mereka berupaya membaca di word list, pemakaian r justru semakin intensif dibandingkan dengan kelas menengah. Labov menyebut fenomena ini sebagai hypercorrection. Labov mengkalim bahwa perilaku hypercorrection pada kelas menengah ke bawah dilihat sebagai proses perubahan bahasa.
Perilaku hypercorrection pada kelas menengah ke bawah terjadi karena secara sosial dan linguistik mereka merasa tidak aman dan malu untuk menunjukkan status mereka. Oleh karena itu mereka akan memasukan unsur bahasa prestige ini saat mereka berbahasa secara hati-hati atau careful speech. Diharapkan dengan begitu mereka akan terbiasa untuk memasukkan r di dalam percakapan keseharian mereka.
Labov juga menjelaskan biasanya penutur kelas menengah ke bawah mengadopsi bahasa kelas menengah ke atas yang lebih muda. Dengan begitu mereka akan merasa lebih familiar dengan anak-anak berpendidikan tinggi atau di dalam situasi formal. Kemudian, Labov juga mencatat kaum wanita cenderung melakukan hypercorrection daripada laki-laki.
Menurut sejarah orang-orang Inggris dan Amerika memang melafalkan huruf r pada kata car atau card. Namun di abad ke-18 huruf r ini menghilang, fenomena ini terjadi di London dan Boston hingga akhirnya New York pun menghilangkannya. Hilangnya r ini sampai awal abad ke-20 dibuktikan oleh seorang linguis Edward Sturtvant. Edward menjelaskan bahwa sebenarnya penggunaan r merupakan karakteristik masyarakat Amerika bagian barat yang juga berfungsi untuk membedakan dengan negara bagian Amerika lainnya.
Dari sinilah huruf r kembali di gunakan mulai dari tahun 1950-60an. Menurut Labov memang saat itu di kalangan masyarakat New York memang tengah muncul awarness sebagai American yang tidak menggunakan gaya bahasa British. Namun Labov pun masih dalam tahap spekulasi.
Kasus penggunaan r ini lah yang disebut Aitchison sebagai perubahan yang berdasarkan perubahan dengan kesadaran yang menempatkan kelas menengah ke bawah sebagai tokoh utamanya.
Baca Juga:
Pembahasan Semiotik Pada Periode Graceo-Roman (1)
Apa Beda Ilmu Pengetahuan Alam & Budaya?
Budaya Sudah Berubah Makna, Lalu Apa Arti Budaya Kini?
Labov melihat perubahan bahasa dengan mengambil sampel variasi bahasa yang terjadi di New York. Di tempat ini banyak orang mulai membiasakan diri untuk memakai aksen New York demi menunjukkan prestige.
Berangkat dari masalah ini, Labov mengadakan survei yang dibantu oleh sosiolog di sebuah departement store. Dari survei tersebut diketahui kelas menengah ke atas dari kalangan pekerja sering menyertakan r pada kata-kata seperti bear, beard yang mereka pakai di percakapan santai dan formal. Kecenderungan ini bertambah saat golongan ini membaca kosakata dengan r secara pelan dan hati-hati. Sebab mereka tahu penyebutan r secara jelas adalah pengucapan yang benar.
Yang menarik, perilaku berbahasa kaum menengah ke bawah berbeda-beda mereka, dan yang menggunakan penambahan r di bawah 10 persen. Namun saat mereka berupaya membaca di word list, pemakaian r justru semakin intensif dibandingkan dengan kelas menengah. Labov menyebut fenomena ini sebagai hypercorrection. Labov mengkalim bahwa perilaku hypercorrection pada kelas menengah ke bawah dilihat sebagai proses perubahan bahasa.
Perilaku hypercorrection pada kelas menengah ke bawah terjadi karena secara sosial dan linguistik mereka merasa tidak aman dan malu untuk menunjukkan status mereka. Oleh karena itu mereka akan memasukan unsur bahasa prestige ini saat mereka berbahasa secara hati-hati atau careful speech. Diharapkan dengan begitu mereka akan terbiasa untuk memasukkan r di dalam percakapan keseharian mereka.
Labov juga menjelaskan biasanya penutur kelas menengah ke bawah mengadopsi bahasa kelas menengah ke atas yang lebih muda. Dengan begitu mereka akan merasa lebih familiar dengan anak-anak berpendidikan tinggi atau di dalam situasi formal. Kemudian, Labov juga mencatat kaum wanita cenderung melakukan hypercorrection daripada laki-laki.
Menurut sejarah orang-orang Inggris dan Amerika memang melafalkan huruf r pada kata car atau card. Namun di abad ke-18 huruf r ini menghilang, fenomena ini terjadi di London dan Boston hingga akhirnya New York pun menghilangkannya. Hilangnya r ini sampai awal abad ke-20 dibuktikan oleh seorang linguis Edward Sturtvant. Edward menjelaskan bahwa sebenarnya penggunaan r merupakan karakteristik masyarakat Amerika bagian barat yang juga berfungsi untuk membedakan dengan negara bagian Amerika lainnya.
Dari sinilah huruf r kembali di gunakan mulai dari tahun 1950-60an. Menurut Labov memang saat itu di kalangan masyarakat New York memang tengah muncul awarness sebagai American yang tidak menggunakan gaya bahasa British. Namun Labov pun masih dalam tahap spekulasi.
Kasus penggunaan r ini lah yang disebut Aitchison sebagai perubahan yang berdasarkan perubahan dengan kesadaran yang menempatkan kelas menengah ke bawah sebagai tokoh utamanya.
Baca Juga:
Pembahasan Semiotik Pada Periode Graceo-Roman (1)
Apa Beda Ilmu Pengetahuan Alam & Budaya?
Budaya Sudah Berubah Makna, Lalu Apa Arti Budaya Kini?
Selasa, 28 Februari 2017
Trip Ke-2 Ber-2 Nyokap Kece di Malaysia (3)
Kalau perut udah kenyang pasti hati jadi senang. Ya, begitu lah keadaan gue sama nyokap setelah jutek-jutek gara-gara nyokap ribut lapar, ribut pilih makanan dan akhirnya makanan yang diributin gak dihabisin.
Oke semula gue pikir Bukit Bintang itu deket dari stasiun KL sentral, tinggal jalan gitu, eh ternyata jauh bingit pas lihat peta dan tanya-tanya. Jadi kadang-kadang, traveler yang udah gape pun suka sering salah. Setelah tanya dan mengikuti insting traveler, ternyata kita harus naik LRT/MRT dulu dan itu jauh. Jadi gue putuskan ke hotel dulu aj buat selonjoran.
Petailing Night Market
Hotel kita deket banget sama Pasar Petailing dan Pasar Seni dan gak jauh dari stasiun, yang asiknya lagi deket sama bus ke Bukit Bintang yang free. Di daerah Petailing ini, kalau sore sampai malam ada pasarnya dan murah-murah buat beli oleh-oleh.
Tadinya kita nginep di hotel Natalie (klo gak salah) via booking.com tapi pas liat wujud hotelnya aneh banget, bahkan pintunya enggak tahu ada dimana. Langsung aja puter badan cari hotel yang lain. Hingga terdampar di hotel yang jaraknya cuma 300 m dari situ.
Kita pesan kamar sekitar 60 RM semalam utk berdua dengan AC dan TV, lumayan banget karena di sekitarnya memang mungkin ada yang lebih murah tapi kalau malam suka ketutup sama pedagang pasar, pasti berisik. Klo hotel ini ada di depan gang persis dari pasar malam Petailing.
KLCC
Setelah beberes solat Asar, kita langsung tancap gas ke KLCC alias menara kembar fenomenal Malaysia. Jaraknya enggak jauh dari Petailing cuma ngelewati 2-3 stasiun aj kok pakai LRT.
Turun dari stasiun kita bingung karena pas keluar stasiun itu mal, sampai harus nanya-nanya karena terjebak di dalam mal yang super gede dan ternyata itu adalah bagian dari menara kembarnya.
Kita datang pas pekerja pada balik gawe, jadilah rame banget. Cuma yang bikin gue tertarik itu banyak wanita kantoran yang pake baju gamis ala mau ngaji dengan jilbab segiempat yang menutupi dada. Jarang banget yang pake jilbab fashionable ala pekerja kantoran di Indonesia.
Masjid Jamek
Setelah ngider hampir setengah jam, akhirnya pas keluar gedung, jreng... jreng ini dia menara kembar kebanggan Malaysia. Nyokap sampe bilang "Tinggi banget ya mama sampe pusing" hahahah....
Karna kita ke sini sore-sore dan masih berasa panas, jadi enggak banyak orang yang ambil foto di sini. Biasanya kalau malam, rada susah karena biasanya pelancong ke sini sembari liatin air mancur dansa hehehe....
Dari KLCC, kita menuju Masjid Jamek yang katanya legendaris gitu. Keluar dari stasiun, nyatanya jalan ke pintu keluar Masjid Jamek panjang bener.... sampe capek hayati naik turun tangga! Eh udah capek-capek masjid Jameknya lagi direnovasi dong, cakep bener kan!
Akhirnya udah ngos-ngosan dan bakalan bikin emak makin tua dan tulang keropos serta sewot mau ke toilet, akhirnya gue ngadem bentar di Sevel-nya Malaysia. Setelah berbincang sama si penjaga toko yang baik, ternyata hotel kita bisa ditempuh dengan jalan kaki, lagi-lagi ngelewati night market Petailing yang bikin pengen belanja terus. Untuk oleh-oleh emang harganya bersahabat banget, bisa dapat souvenir-souvenir segabreng dengan harga murah.
Bukit Bintang
Kita balik hotel sebentar untuk salat magrib dan isya baru kemudian ke Bukit Bintang. Bisa dibilang tempat ini ada primadonanya Malaysia. Kalian bisa ke tempat ini dengan bus warna pink yang khusus pemberhentian akhirnya di Bukit Bintang dengan gratis. Gak dimana mana, yang gratis pasti laku, jadi aja kita rada desek-desekan.
Memasuki Bukit Bintang atmosfernya udah beda banget karna di sini hampir 70% nya bule berseliweran. Kuala Lumpur bagi bule emang nyaman bgt, mereka bisa jalan-jalan santai, ekspatriat juga gitu, karena fasilitas umumnya udah apik banget. Tansportasi oke, gak banyak mobil dan jalannya lebar-lebar. Emang kayak di Jakarta metro berasep tebal dan ngetem sembarangan masih ada. Apalagi trotar Jakarta, keren banget semua jadi pohon, tiang listrik atau toko orang jadi jalan kaki di jalan raya wkwkwkkw
Setelah bingung beberapa menit, akhirnya sampai juga di pusat kulineran Jalan Alor yang panjangnya sekitar 500 meter isinya tenda makanan semua. Pas ke sini kurang nyaman karena lagi ada perbaikan jalan dan khawatir juga makanannya gak halal karena rata-rata bule minum alkohol dan penjualnya tionghoa (takut ada minyak babi). Akhirnya nyaris ke ujung, ada mba-mba teriak "halal-halal", yaudah lah langsung disamperin dan duduk manis.
Makan di sini rata-rata seafood dan makanan China tapi ada juga gerobak jual ubi dan es krim. Gw waktu itu pesen kepiting, sayur kangkung dan makanan yang familiar dan gak aneh-aneh plus teh tarik. Nyokap udah megap-megap makan di sini, kekenyangan. Akhinya jam 9 malam kita balik ke hotel.
Dan mulai lah di sepanjang jalan ada pramuria alias PSK yang mungkin dari negara-negara konflik, ada juga pengemis dari Suriah yang sampai bawa-bawa anak kecil. Hmmm.... kasian ya.
Uniknya di sini orang pribumi jarang banget nongkrong-nongkrong cantik. Yang bisa gue pelajarin juga, Islam di Malaysia lebih sedikit konservatif dari kita. Bisa dilihat dari pakaian dan juga tempat nongkrongnya. Selain itu, waktu gue subuh-subuh nonton program TV yang mirip kayak Mamah Dedeh, gak ada tuh emak-emak pengajian yang dandannya menor ato pakai baju wah. Yang mencolok, justru mereka ribet banget nyatet. Ketawan kan mereka bukan mau masuk tipi tapi mau beneran belajar. Dari program tipi Malaysia juga gue baru kenal Wak Doyok yang bawain acara lawak tapi aneh dan gak lucu wkwkwkwk.....
Pulang
Satu lagi yang miss dalam perjalanan gue ke Malaysia, gue baru tahu klo LRT atau MRT itu tutup jam 11 malem sampai pagi jam 6. Sementara pesawat gue jalan jam 7-8 pagi. Bingung aje, iya kalau bandaranya deket. Beuh bandaranya kan jauh dr pusat kota bisa satu jaman.
Nyokap stres dia minta kita langsung ke bandara aja malam itu juga dan nginep di sana sampe pagi. Ogahhhh gue, akhirnya puter otak minta uncle hotel buat pesenin taksi ke KL Sentral dari situ kita bisa naek bus atau naek kereta cepat.
Karna kalau dari Petailing langsung ke Bandara katanya bisa sampai 300 ribuan dan duit kita udah tipis banget. Akhirnya pake cara gitu aja ke KL Sentral. Pagi buta udah deg-degan karena taksi yang dipesan uncle kaga dateng-dateng, dan kita mengembara di tengah pagi buta sampai akhirnya pesenan taksi uncle nyusul kita. Alhamdulillah lega rasaaaaanya
Jam 5 kita udah di bus KL Sentral, berharap busnya melaju cepat, eh beneran cuma stgh jam aj dan kita langsung buru-buru salat Subuh sembari ngabisin duit buat beli oleh-oleh. Yang lucunya, kita beli beberapa minyak angin dan kekurangan duit sampai akhirnya ditawar dan dikasih dong sama chi chi nya wkwkwkw udah kayak di pasar ya!
Akhirnya harus ngucapin selamat tinggal buat negara tetangga kita. Banyak pelajaran yang bisa didapat, karena esensi perjalanan itu pengalamannya kan bukan fotonya aja ya wkwkwkw...
Yang pasti perjalalan ini bikin gue sama nyokap juga makin dekat setelah perjalanan pertama gw ama dia ke Aceh. Semoga segala cerita gue bisa bikin kalian survive dan belajar dari kesalahan gue ya di Malaysia. See U later!
Baca juga: Trip Ke-2 Ber-2 Nyokap Kece di Malaysia (2)
Trip Ke-2 Ber-2 Nyokap Kece di Malaysia (1)
Minggu, 19 Februari 2017
Jalan-Jalan Keliling London, Inggris
London yang merupakan ibu kota Inggris adalah salah satu kota terhebat di dunia sama halnya seperti New York, Shanghai, dan Tokyo. Ini merupakan tempat-tempat bersejarah berkumpul di dalamnya, seperti Istana Buckingham yang ditinggali oleh raja Inggris, kedutaan besar Westminster, museum Inggris, dan lain-lain.
Kita juga bisa berbelanja berbagai macam barang di arena perbelanjaan merek terkenal di dunia dan di pasar loak. Kita juga bisa menonton pertunjukan teater dan musikal yang terkenal sepanjang tahun di beberapa gedung teater dan di Royal Opera House.
Jika kita ke London, kita harus jalan-jalan menyelusuri Sungai Thames karena pemandangannya sangat indah dan antik. Sebelum Anda ke London, ada baiknya cek lebih dulu destinasi di London ini.
British Museum
British Museum yang berada di London merupakan salah satu museum terbesar ke-3 di dunia yang memiliki peninggalan sejarah terbanyak di dunia. Alasannya karena Inggris membawa dengan paksa peninggalan sejarah dari beberapa negara di masa Inggris menguasai penjajahan.
Beberapa koloni merdeka dan meminta peninggalan sejarah dikembalikan, tapi tetap saja museum itu masih memiliki peninggalan sejarah terbanyak.
Koleksi-koleksi Museum Inggris merupakan peninggalan sejarah yang mewakili budaya pada masanya di setiap negara, seperti Mesir, Asia, India, Yunani, Roma, Cina, dan lain-lain. Diantara semua itu, Hileogrif dan Mumi dari Mesir, Patung Demeter dari Cnidus, Patung Setengah Badan Pericles, Patung Julius Caesar, dan sebagainya merupakan karya-karya yang terkenal.
Tower of London
Menara London yang terletak di atas bukit sebelah utara sungai Thames merupakan bangunan yang mewakili masa abad pertengahan Inggris. Benteng dan istana dibangun untuk ditempati, tapi lebih banyak digunakan sebagai penjara.
Tempat itu kebanyakan digunakan untuk eksekusi atau tempat berkumpulnya para bangsawan yang melakukan kesalahan atau anggota kerajaan yang terancam oleh peraturan kerajaan.
Seperti halnya Raja Skotlandia-Raja David II, istri Henry VIII-Anne Boleyn, Putri Skotlandia-Putri Merry, dan sebagainya merupakan orang-orang yang terkurung di tempat itu menjalani hidupnya hingga maut menjemput.
Ratu Elizabeth I pun juga pernah dikurung di tempat itu sebelum ia naik tahta menjadi ratu. Menara London yang memiliki sejarah seperti ini akhirnya menjadi museum dan digunakan sebagai tempat untuk menjaga harta dan perhiasan kerajaan. Africa’s Star’yang merupakan berlian terbesar di dunia juga ditempatkan di tempat ini.
Sebenarnya, Menara London bukanlah sebuah menara seperti namanya, tapi merupakan sebuah benteng yang besar jika diperhatikan dengan seksama.
Gereja Katedral St.Paul
Katedral St.Paul merupakan gereja yang mewakili kota London yang sangat dicintai oleh masyarakat London. Pada tahun 1666, terjadi kebakaran yang sangat hebat di London, tapi seorang arsitek, Christopher Lane yang masih berumur 35 tahun ini membangunnya kembali. Katedral dibangun dengan bentuk Renaisans pada jaman pertengahan waktu itu dan di tengahnya terdapat kubah yang tingginya sekitar 110 m. Kubah ini merupakan salah satu kubah tertinggi di dunia sehingga kita dapat melihat seluruh kota London jika kita naik ke atasnya.
Di lantai bawahnya, terdapat tempat abu dimana terdapat sekitar 200 makam orang-orang pesohor, seperti Christopher Lane yang merekonstruksi tempat ini, Winston Churchill, Laksamana Nelson, dan sebagainya dan tempat ini juga sering dikunjungi oleh para turis.
London Eye
Itu disebut London Eye. Bangunan itu merupakan simbol yang mewakili Inggris sebagai bangunan pertunjukan murni yang paling tinggi di dunia yang dibangun untuk memperingati seribu tahun dari penerbangan Inggris di tahun 1999.
Gedung Parlemen
Gedung Parlemen yang terdapat di sungai Thames merupakan tempat untuk membentuk politik Inggris. Dulunya merupakan istana yang ditempati oleh raja-raja, tapi sekarang digunakan sebagai parlemen. Masyarakat London menyebutnya ‘Westminster’ yang diambil dari nama istana yang dulu.
Di tempat ini juga terdapat menara jam yang sangat besar yang disebut Big Ben. Menara jam yang merupakan salah satu bangunan yang paling disukai di London ini telah berdiri selama 150 tahun, tapi masih tetap menunjukkan waktu yang tepat.
Saat berakhirnya tahun dan berawalnya tahun baru, banyak orang dari berbagai negara yang berkumpul di depan Big Ben untuk mendengar suara dentangan jam yang menunjukkan tahun baru.
Pasar Loak London
Pasar loak adalah tempat untuk menjual barang-barang bekas atau antik dengan harga yang murah. Pasar-pasar loak di London menarik banyak perhatian dengan menjual berbagai macam barang dan merupakan tempat yang sangat bising.
Tempat ini juga merupakan tempat yang paling memperlihatkan kehidupan masyarakat Inggris. Banyak terdapat pasar loak yang besar maupun kecil, tapi juga terdapat tempat yang terkenal, seperti pasar Borough, pasar Camden, dan pasar Portobello.
Jika kita pergi ke pasar Borough, kita dapat mencicipi segala makanan dari seluruh negara di Eropa. Pasar Camden merupakan tempat yang sering dikunjungi oleh anak muda karena menjual barang-barang yang terbuat dari kulit, baju antik, dan barang-barang yang bagus.
Pasar Portobello merupakan pasar loak yang paling terkenal karena berada di sepanjang jalan. Kita tidak akan sadar akan waktu jika sudah berkeliling melihat toko-toko yang menjual barang-barang antik, barang-barang yang terbuat dari perak, atau barang lama, seperti arloji dan kamera.
Di pasar Portobello juga terdapat banyak kedai buku sehingga kita bisa mencari berbagai macam buku karena banyak turis dari berbagai belahan dunia yang membeli buku di sini bahkan juga menjual buku yang sudah pernah mereka baca.
Sumber: Dooly si Dinosaurus Kecil.
Eksplorasi Perjalanan Besar-Besaran.
Seri Kartun Pelajaran Dooly dari WoongJin ThinkBig Co., Ltd.
Baca Juga: Suhu dan Udara Ini Melingkupi Inggris Sepanjang Tahun
Selasa, 14 Februari 2017
Pembahasan Semiotik Pada Periode Graceo-Roman (1)
Semiotik Barat dibagi ke dalam tiga periode, yaitu periode Graeco-Roman sampai Augustine, periode abad pertengahan sampai Dante, periode Reinaissance. Periode ini merupakan awal mula kejayaan logika, retorika, dan hermeunetik. Namun penelitian menyebutkan di zaman ini pengembangan Semantik masih terbatas dan hanya menjadi teori awal dari tanda dan makna. Filosofi Aristotle menjadi fondasi awal sampai akhirnya menuju zaman Renaissance.
A. Periode Graeco dan Roman kuno
1. Plato (427-347)
Tulisan Plato tentang topik Semiotik menjelaskan mengenai tanda dan makna, penulisan fonosentrik, ikonitas di mental images serta mimesis di dalam literatur. Pemikiran sentral Plato mengenai Semiotik pada tanda verbal, entah yang natural atau konvensional adalah representasi alami yang tidak sempurna. Kemudian menurut Plato, pengetahuan yang dimediasi oleh tanda-tanda adalah pengetahuan yang tidak langsung dan tidak lebih unggul dari pengetahuan langsung dan kebenaran tentang sesuatu melalui kata-kata, meskipun kata-kata sangat serupa tetap saja tidak kuat dibandingkan dengan mengetahui keberanaran itu sendiri.
2. Aristoteles (384-322)
Dalam Peri hermeneias (De interpretatione), Aristotle memberikan definisinya tentang tanda (sign) yang menyebutkan tanda baca adalah simbol dari suara yang diucapkan. Suara yang diucapkan itu di tataran pertama adalah tanda dan simbol dari mental impressions. Mental impressions adalah sama dengan hal yang sebenarnya. Aristotle mempercayai perbedaan sistem struktur tanda, hanya lah persoalan expression plane bukan content plane, sehingga dia mengatakan semua mental events itu sama untuk semua manusia, tidak dengan tuturan.
3. The Stoics
Berdasarkan pendapat Bochenski, The Stoic yang dimulai sejak zaman Zeno di Citium dan Chrysippus hingga kaisar Romawi Marcus Aurelius, menyebut teori tanda berhubungan dengan 3 komponenen, yaitu signifier, signified, dan objek eksternal, Signifier dan objek didefinisikan sebagai entitas materi, meaning dipertimbangkan sesuatu yang incorporeal (tidak mempunyai bentuk dan substansi). Tanda dibagi ke dalam tanda peringatan dan indikasi.
Baca Juga: Apa Beda Ilmu Pengetahuan Alam & Budaya?
Budaya Sudah Berubah Makna, Lalu Apa Arti Budaya Kini?
Selasa, 07 Februari 2017
Trip Ke-2 Ber-2 Nyokap Kece di Malaysia (2)
Mentari pagi di Malaysia menyingsing lebih lambat dari Jakarta. Tapi gue sama nyokap udah siap-siap buat balik ke Kuala Lumpur dengan perjalanan sekitar 4 jam dari Malaka.
Pemilik Hotel Hong dengan senang hati mengantarkan kami ke Terminal Melaka Sentra yang ternyata letaknya enggak jauh dari hotel kami. Trus kenapa kemarin muter-muter yak.... hmmmm...
Di terminal ini ada banyak banget bus ke penjuru Malaysia, termasuk ke Singapura. Dibanding waktu berangkat yang ongkosnya bisa sampai Rp 60 ribu, kali ini kita cuma bayar sekitar Rp 15 ribu. Tapi jelas beda busnya, klo sebelumnya bisa selonjoran, sekarang busnya rasa primajasa yang AC-nya gak jelas dinginnya, sampe gue musti sumpel tuh AC pake tisu. ya gapapa lah hahaha.
Lagi-lagi inget ya! gak kayak di Indonesia lu bisa duduk di mana aja. Setiap bus antarkota Malaysia, tempat duduknya pasti udah ada nomornya. Jadi jangan sekali2 sembarangan duduk klo lu gak mau dipelototin penumpang lainnya.
Sepanjang perjalanan tol, pemandangan yang paling sering itu hutan sawit. Gak ada tanaman padi di sini hahaha....dan busnya juga angkut penumpang di beberapa terminal kecil lainnya.
Sesampainya di Terminal Bersepadu Selatan Kuala Lumpur. Gue langsung mutusin mau ke Batu Cave. Sembari bawa gembolan segede gaban, gue masih punya cukup tenaga.
Semula gue pikir musti ke stasiun KL Sentral dulu, ternyata bisa langsung dari sini ke Batu Cave yang emang ngelewatin KL Sentral. Di sini keretanya datang 30 menit sekali, ada jadwalnya gitu dan tepat bgt. Ditinggal ke toilet sebentar ketinggalan kereta gue.
Di sini nyokap menyadari betapa nyamannya tinggal di Malaysia, padahal dulu dia gedeg banget ama negara ini karena rajin klaim budaya orang. Tapi mungkin karena transportasi nyaman dan orangnya gak segambreng jadi terasa nyaman.
Dari Terminal Bersepadu ke Batu Cave bisa mencapai waktu sekitar sejaman karena rutenya lumayan jauh. Dan menariknya banyak banget buleee dibanding orang pribuminya, emang hari kerja sih.
Enggak kayak Jakarta, bule di Malaysia terasa lebih bebas kemana aja, lagi-lagi berkat kenyamanan transportasi di Malaysia. Terasa di Bali deh, tapi ini bedanya cuma enggak ada pantai aj hahaha....
Di kereta gue sama nyokap sempat foto-foto sembari diliatin sama beberapa bule. Mereka berbisik2 sambil tersenyum karena mungkin menyadari gue ibu-anak lagi traveling pake ransel gede. hahahaha
Singkat kata, sampai lah gue di Batu Cave yang Masya Allah mataharinyee nyentrik boooooo. Di sini nyokap udah mulai uring-uringan gegara laper nih, dan gue gak selera makan di tempat yang mayoritas India dan bau dupa.
Pengen naek ke atas bukit Cave yang makin kinclong berkat patung emasnya, tapi.... gue gak mau ninggalin emak gue yang udah ga kuat nanjak dan kelaperan. Akhirnya kita foto-foto sekedarnya aja.
Tenaga makin terkuras gegara kepanasan, kita pun enggak lama di sini karena langsung balik nyari tempat berteduh dari panasnya matahari. Kali ini kita bener-bener mau langsung selonjoran di kamar AC.
Pergi lah kita ke KL Sentral, awalnya pengen makan di Bukit Bintang tapi nyokap udah makin uring-uringan gegara kelaparan. Trus pake sempet-sempet nyasar lagi, gegara gue pikir ke Bukit Bintang itu deket sama KL Sentral, eh ternyata jauh.
Alhasil cap cip cup lah makan di mana aja. Pertama kita pilih di restoran mirip kayak Imperial klo di sini. Eh..... nyebelin banget gue dicuekin sama waiter-nya!. Awalnya gue pikir apa gara-gara gue Indonesia trus gue dicuekin, eh ternyata ada mas bule yang sama nasibnya.
Akhirnya tanpa banyak cingcong gue pindah ke restoran sebelah aj yang pemiliknya Chinese tapi pelayanan pribumi. Ya sama aja ya kayak Indonesia.
Di sini gue pesen ayam Hainan dan nyokap gue makan bubur. Namanya traveling berdua pasti suka ribut-ribut karena nyokap gue mulai pilih2 makanan. Ahhhhhhh~ udah minta ini itu ternyata gak diabisin. Trus gue manyun aja.
Memang traveling ama nyokap pasti apa aja bisa terjadi, termasuk gara-gara cuma ribut soal makanan. Tapi mo ribut kayak gimana pun, lu gak bakalan ninggalin nyokap lu pulang ke Indonesia kan hahahahah....
Nikmati aja segala proses travelingnya. Niscaya lu bakalan makin deket sama nyokap lu, hingga akhirnya menyadari rekan traveling terbaik traveling itu, ya nyokap lu sendiri. Bagi yang belum pernah coba traveling bareng nyokap berdua, cobain deh. Keseruannya gak akan kalah dengan traveling bareng sobat lu! hihihi
Baca juga: Trip Ke-2 Ber-2 Nyokap Kece di Malaysia (2)
Trip Ke-2 Ber-2 Nyokap Kece di Malaysia (1)
Pemilik Hotel Hong dengan senang hati mengantarkan kami ke Terminal Melaka Sentra yang ternyata letaknya enggak jauh dari hotel kami. Trus kenapa kemarin muter-muter yak.... hmmmm...
Di terminal ini ada banyak banget bus ke penjuru Malaysia, termasuk ke Singapura. Dibanding waktu berangkat yang ongkosnya bisa sampai Rp 60 ribu, kali ini kita cuma bayar sekitar Rp 15 ribu. Tapi jelas beda busnya, klo sebelumnya bisa selonjoran, sekarang busnya rasa primajasa yang AC-nya gak jelas dinginnya, sampe gue musti sumpel tuh AC pake tisu. ya gapapa lah hahaha.
Lagi-lagi inget ya! gak kayak di Indonesia lu bisa duduk di mana aja. Setiap bus antarkota Malaysia, tempat duduknya pasti udah ada nomornya. Jadi jangan sekali2 sembarangan duduk klo lu gak mau dipelototin penumpang lainnya.
Sepanjang perjalanan tol, pemandangan yang paling sering itu hutan sawit. Gak ada tanaman padi di sini hahaha....dan busnya juga angkut penumpang di beberapa terminal kecil lainnya.
Sesampainya di Terminal Bersepadu Selatan Kuala Lumpur. Gue langsung mutusin mau ke Batu Cave. Sembari bawa gembolan segede gaban, gue masih punya cukup tenaga.
Semula gue pikir musti ke stasiun KL Sentral dulu, ternyata bisa langsung dari sini ke Batu Cave yang emang ngelewatin KL Sentral. Di sini keretanya datang 30 menit sekali, ada jadwalnya gitu dan tepat bgt. Ditinggal ke toilet sebentar ketinggalan kereta gue.
Di sini nyokap menyadari betapa nyamannya tinggal di Malaysia, padahal dulu dia gedeg banget ama negara ini karena rajin klaim budaya orang. Tapi mungkin karena transportasi nyaman dan orangnya gak segambreng jadi terasa nyaman.
Dari Terminal Bersepadu ke Batu Cave bisa mencapai waktu sekitar sejaman karena rutenya lumayan jauh. Dan menariknya banyak banget buleee dibanding orang pribuminya, emang hari kerja sih.
Enggak kayak Jakarta, bule di Malaysia terasa lebih bebas kemana aja, lagi-lagi berkat kenyamanan transportasi di Malaysia. Terasa di Bali deh, tapi ini bedanya cuma enggak ada pantai aj hahaha....
Di kereta gue sama nyokap sempat foto-foto sembari diliatin sama beberapa bule. Mereka berbisik2 sambil tersenyum karena mungkin menyadari gue ibu-anak lagi traveling pake ransel gede. hahahaha
Singkat kata, sampai lah gue di Batu Cave yang Masya Allah mataharinyee nyentrik boooooo. Di sini nyokap udah mulai uring-uringan gegara laper nih, dan gue gak selera makan di tempat yang mayoritas India dan bau dupa.
Pengen naek ke atas bukit Cave yang makin kinclong berkat patung emasnya, tapi.... gue gak mau ninggalin emak gue yang udah ga kuat nanjak dan kelaperan. Akhirnya kita foto-foto sekedarnya aja.
Tenaga makin terkuras gegara kepanasan, kita pun enggak lama di sini karena langsung balik nyari tempat berteduh dari panasnya matahari. Kali ini kita bener-bener mau langsung selonjoran di kamar AC.
Pergi lah kita ke KL Sentral, awalnya pengen makan di Bukit Bintang tapi nyokap udah makin uring-uringan gegara kelaparan. Trus pake sempet-sempet nyasar lagi, gegara gue pikir ke Bukit Bintang itu deket sama KL Sentral, eh ternyata jauh.
Alhasil cap cip cup lah makan di mana aja. Pertama kita pilih di restoran mirip kayak Imperial klo di sini. Eh..... nyebelin banget gue dicuekin sama waiter-nya!. Awalnya gue pikir apa gara-gara gue Indonesia trus gue dicuekin, eh ternyata ada mas bule yang sama nasibnya.
Akhirnya tanpa banyak cingcong gue pindah ke restoran sebelah aj yang pemiliknya Chinese tapi pelayanan pribumi. Ya sama aja ya kayak Indonesia.
Di sini gue pesen ayam Hainan dan nyokap gue makan bubur. Namanya traveling berdua pasti suka ribut-ribut karena nyokap gue mulai pilih2 makanan. Ahhhhhhh~ udah minta ini itu ternyata gak diabisin. Trus gue manyun aja.
Memang traveling ama nyokap pasti apa aja bisa terjadi, termasuk gara-gara cuma ribut soal makanan. Tapi mo ribut kayak gimana pun, lu gak bakalan ninggalin nyokap lu pulang ke Indonesia kan hahahahah....
Nikmati aja segala proses travelingnya. Niscaya lu bakalan makin deket sama nyokap lu, hingga akhirnya menyadari rekan traveling terbaik traveling itu, ya nyokap lu sendiri. Bagi yang belum pernah coba traveling bareng nyokap berdua, cobain deh. Keseruannya gak akan kalah dengan traveling bareng sobat lu! hihihi
Baca juga: Trip Ke-2 Ber-2 Nyokap Kece di Malaysia (2)
Trip Ke-2 Ber-2 Nyokap Kece di Malaysia (1)
Langganan:
Postingan (Atom)

























