Tampilkan postingan dengan label humanisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label humanisme. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Januari 2017

Ini Beda Erotisme & Pornografi

Erotisme dan pornografi masih menjadi hal yang tabu bagi sebagian masyarakat Indonesia yang menganut adat timur. Namun sesungguhnya dua kata tersebut amat jauh berbeda. Erotisme dalam berbagai definisi disimpulkan berkaitan dengan libido atau mengarah pada keinginan seksual. Sedangkan pornografi lebih menonjolkan penggambaran tingkah laku seksual dengan tujuan membangkitkan nafsu seksual. Yang patut diperhatikan juga, erotis dan pornografi saling kait mengkait karena sama-sama merujuk pada libido atau hasrat. Yang pasti tidak semua yang erotis itu pornografis tapi dalam pornografis selalu ada erotisme.
Satu hal perlu dicermati dalam penyajian karya yang memuat nilai erotisme yaitu kebudayaan para pembacanya. Sebab nilai erotisme bisa dimaknai luas ataupun sempit sesuai kebudayaan di tempat dan waktu tersebut. Sebagai contoh, Karya Sade (1740-1874) yang menggambarkan banyak adegan seks sadis. Sade mengatakan penggambaran itu dilakukan sebagai reaksi terhadap kehidupan sosial budaya yang terlalu dikekang dan diatur pada abad ke-17.


Di lain pihak juga, erotisme juga bisa dipandang dalam segi kebahasaan atau yang disebut dengan teks erotis. Lebih jelasnya, teks erotis adalah tindakan, keadaan dan suasana yang menggambarkan hasrat melalui kata-kata. Teks erotis dibagi menjadi dua yaitu teks erotis yang dipandang dari segi teks dan teks berdampak erotis yang dipandang dari dampak teks erotis. Dampak teks erotis erat kaitannya dengan teori semantik dan paradigmatik.

Pemberian makna teks erotis bisa dilalui dengan dua cara dalam semantik yaitu dengan cara konvesional dan situasional. Secara konvensional adalah dengan jalan pragmatik, sedangkan secara situasional bergantung pada komunikasi. Sehingga tak jarang novel, berita dan sebagainya menggunakan metafora agar tidak terlalu mentah atau menyinggung pembaca. Namun metafora inilah yang memunculkan beragam penafsiran berkali-kali dari pembaca. Maka bukan hanya pragmatik, unsur semantik yang berada di dalam metafora tersebut meluas menjadi semiotik. Semiotik ini membuat pembaca tidak menafsirkan teks satu kali tapi beberapa kali dengan bertumpuan pada tanda.

Selain itu, Jika dilustrasikan dampak erotis terhadap unsur pragmatis adalah sebagai berikut, E (dampak erotis) ← P (situasi pragmatis). Namun struktur itu belum cukup karena untuk melengkapi penafsiran pembaca harus menyertakan pengalaman dan pengetahuannya sehingga strukturnya menjadi E (dampak erotis) ←  P (situasi pragmatik) ← p (pengalaman). Dari sini diketahui pragmatik tidak lepas dari peran serta komunikasi kebahasaanm peran konteks kebahasaan dan peran adat kebahasaan. Dalam pragmatik teks bukan hanya sekedar tuturan tapi memperlihatkan proses.

Seperti yang sebelumnya disebutkan, bukan hanya pragmatik yang mengambil peran dalam menafsirkan teks, semiotik sebagai pembaca tanda juga ambil bagian. Ada dua teori besar untuk memaparkan semiotik.  Pertama, menurut teori trikotomis Pierce, proses pemakanaan melalui tiga tahap presepsi (representamen), perujukan (objek) dan interpretan (penafsiran). Ketiganya saling berhubungan untuk menimbulkan pemakanaan atau yang disebut dengan semiotik. Proses semiotik ini tak terjadi satu kali melainkan tak terhingga atau tak terbatas. Alasannya setiap proses interpretan berkembang menjadi representasi baru.

Kedua, model dikotomis dari de Saussure dan Barthes. Saussure menjelaskan proses semiotik akibat dari penanda (significant) yang kemudian diserap oleh penerima tanda. Di saat bersamaan penanda dikaitkan dengan petandanya (signifie). Menurut Saussure penanda dipandang sebagai suatu citra akustik. Teori Saussure selanjutnya dikembangkan oleh Barthes.  Dalam model dikotomis Barthes hubungan penanda (ungkapan/E) dan petanda (isi/C) tidak terjadi satu kali tapi berlanjut. Hubungan atau relasi (R) sistem primer yang terdiri dari E1-R1-C1 berkelanjutan menjadi E2-R2-C2 atau yang disebut sebagai sistem sekunder. Sistem sekunder ini berorientasi dari ungkapan (E) dan isi (C). Jika sistem ini berorientasi pada E maka terjadi perluasan ungkapan namun isinya tidak berubah (gejala metabahasa). Sebagai contoh kata ‘senggama’ diganti dengan E lain yang isinya sama misalnya ‘berhubungan badan’ atau ‘coitus’. Sedangkan sistem sekunder berorientasi pada C atau isi yang ada adalah perluasan petanda (isi) bukan penandanya (gejala konotasi).  Seperti kata bersenggama dipeluas C-nya dengan memperhatikan rasa dan nilai seperti kegiatan ‘seks yang menggairahkan’.

Dari segi sintagmatis, teks erotis selalu dilihat segi tempat dan distribusinya dalam struktur. Ahli linguistik Jean menyimpulkan teks erotis itu adalah hasrat yang didasari dari libido.Menurut Jean, kebanyakan teks erotis itu menjanjikan sesuatu tapi tidak memberikannya. Contoh,  “dengan penuh gairah Didi mendekap Titi dan…”. Dari contoh tersebut kata-kata ‘mendekap’ adalah kata metafora yang sengaja dicantumkan agar tidak  berkonotasi seronok, kasar atau cabul.

Kembali lagi melihat teks erotis dengan pendekatan semiotik, kali ini dengan teori trikotomis Pierce. Dari teori ini kita dapat mengetahui suatu teks itu berdampak erotis atau tidak. Caranya dengan melihat teks sebagai representamen terpisah-pisah dan keseluruhan. Kembali ke contoh “dengan penuh gairah Didi mendekap Titi dan…”, jika dilihat secara sepotong-potong atau terpisah kata metafor ‘mendekap’ bisa saja dilakukan untuk memeluk bayi atau memeluk wanita dengan penuh nafsu. Semua tergantung dari pengalaman pembacanya. Dengan cara melihat secara terpisah membuat interpretasi lebih terbuka dan memunculkan berbagai kemungkinan interpretasi.

Sedangkan dengan cara melihat teks dengan menyeluruh, kita ketahui dengan jelas subjek dan objeknya berlawanan jenis. Sehingga besar kemungkinan interpretasi erotis atau berdampak erotis. Untuk memperoleh pengertian non erotis tidak bisa lagi karena secara linguistik yakni kata ‘mendekap’ sudah memberi makna erotis. Yang patut diingat proses semiotik keduanya sama-sama tak terbatas.

Berbeda dengan Pierce, Saussure menjelaskan makna teks erotis dengan sistem sekunder yakni konotasi. Sebagai contoh puisi karya Sitor Situmorang yang sekilas tampak erotis namun jika pembacanya adalah seorang guru maka guru tersebut menerangkan dari sajak-sajaknya. Berbeda dengan murid yang langsung menangkap puisi tersebut sebagai teks berdampak erotis. Selain Saussure, Eco melihat teks erotis bukan hanya bisa ditafsirkan secara bebas tapi juga dihasilkan oleh kerja sama pembacanya. Teori ini tak jauh dari teori tentang isi (C) dari Barthes.

Sumber: Mata Kuliah Teori Kebudayaan Pasca Sarjana UI
Fakultas Ilmu Budaya
Dosen Benny Hoed

Selasa, 15 November 2016

Eksotisme di Timur Indonesia yang Menggugah Nasionalisme- NTT (4)

Perjalanan untuk mencari cerita untuk dituliskan berlanjut ke Pulau Adonara, Flores Timur. Perjalanan ke Adonara tidak terlampau jauh dari Larantuka. Namun banyak beredar berita bahwa terkadang di antara laut ini kerap terjadi pusaran misterius,

Kendati gak sejauh perjalanan lalu ke Solor, namun perjalanan ke Adonara lebih berbahaya karena arus misterius yang bisa menenggelamkan perahu. Makanya perlu hitungan waktu untuk menyeberang ke sana.

Adorana sama seperti pulau di sekitar Flores lainnya. Mungkin kata orang kota disebut tertinggal karena aksesnya sulit, masih banyak hutan, listrik dan sinyalpun tidak terjamin keberadaanya. Tapi tahukah kamu, dari pulau-pulau di Flores ini kita bisa menemukan makna keberagaman sebenarnya. Mungkin menemukan Indonesia seutuhnya.

Ya meski gue memakai jilbab sebagai identitas Muslim gue, namun mereka benar-benar menghormati gue. Menyediakan tempat salat, mengusir anjing yang saya takuti, tanpa melihat kalau gue bukan bagian dari mereka secara agama.



Ok, balik lagi ke topik. Kalau di Pulau Solor kita harus naik mobil pikap untuk menuju pusat pemukiman, di Adonara kita udah disediakan ojek yang sopirnya anak-anak semua. Dari wawancara singkat gue, si pengemudi rupanya baru pada pulang sekolah dan sekolahnya berada di beda kecamatan. Di sana sekolah hanya bisa dihitung jari. Sedih kan, beberapa harus berkorban waktu hanya untuk pergi ke sekolah. Jadi kurang bersyukur apa kita yang sekolah di Jakarta. Masih belagu?!

Di sana gue ketemu ketua RW salah satu desa. Meski ketua RW dia banyak memberi inspirasi. Dia adalah salah satu pemonitor para TKI swadaya di Malaysia. Meski berada di pelosok, dia selalu rajin menyapa warganya yang jadi TKI melalui Facebook. Cerdik bukan!

Jangan kamu kira ini cuma perihal sepele karena dia harus menyebrang pulang supaya dapat sinyal dan mengecek kabar dari warganya. Perjuangan banget kan. Pak RW ini juga paling kritis saat banyak guru di tempatnya bekerja melakukan pungli. Hmmm....

Selama kita mengobrol, sang istri sibuk memasak. Dan ya mereka menunjukan personifikasi Indonesia kental banget , ramah dalam menerima tamu. Hingga akhirnya, kita bisa bersantap jagung titi sebagai pengganti nasi lengkap dengan sayur bening dan ikan, Hmmmm enak.....

Sepengelihatan gue di sana ada yang unik. Banyak rumah di NTT menaruh sound system dan speaker bersar-besar di depan rumah mereka. Usut punya usut orang NTT gemar berpesta dan menyalakan musik besar-besar. Mereka bangga kalau mereka bisa nyalain musik segede-gedenya. Lucu ya.



Keesokan harinya kita naik ke daratan tinggi di Larantuka. Jalan berkelok hampir membuat gue mabok tapi sesampai di sana, bergabung dengan wartawan lokal, gue langsung disambut sama lucunya anak-anak yang lagi manjat-manjat pohon beringin. Lucu banget, gue jadi kangen masa kecil dan emang aktivitas kayak gini udah jarang banget di Jakarta. Bahkan enggak ada kali.

Langsung deh tancap gas ikutan naik-naik sambil ketawa-tawa sama anak-anak abis itu malah enggak bisa turun. hahahaha.,... untuk wartawan itu karakternya emang laki banget, langsung aja rekan wartawan menyediakan tubuhnya untuk menopang saya wkwkwkwk.... gentle abis.



Selesai dari kumpul-kumpul di forum desa, pulangnya kita menyempatkan foto-foto barenga-bareng di salah satu tebing. Wah seger banget pokoknya dan emang keliatan indah banget apalagi sama orang-orang yang seru.



Kita juga mampir ke dermaga untuk menikmati sunset dan ternyata lagi mendung. Namun enggak buat keindahannya hilang, Malah kita bisa foto-foto ala ala video klip gitu hahahha.... sapa dulu yang foto. Sayang banget klo orang yang udah ke tempat bagus tapi fotonya ga bagus. Gue suka misuh-misuh kalau tempatnya bagus tapi foto orangnya lebih gede daripada foto pemanandangannya hahaha... klo selfi gitu mah di rumah juga bisa orang isinya muka lu semua hahaha



Pulangnya udah ditutup cantik dengan pelangi. Wah gimana gak kerasa komplit bgt kan perjalanan ini. Hmmm...

Kita juga sebagai Indonesia harusnya belajar dari pelangi yang berwarna warni menyatu, melengkung memberi pesona bagi orang  yang melihatnya. Kita Indonesia juga beda-beda dan harusnya belajar menyatu dalam perbedaan dan membuat orang terpana melihatnya.  Hiks....

Kembali ke Kupang

Sudah saat saya sama teman-teman jurnalis balik ke Kupang. Keesokan harinya kita sudah harus pulang. Godaan untuk extend di daerah paling cantik ini menggedor gedor relung hati saya (cieileh), karena akan amat sulit lagi saya ke sana. Apalagi saya pengen banget nyebrang ke lembata yang juga punya pemandangan tak kalah bagus. Ada juga Danau Kalimutu sampai Manggarai yang suka ada di website dunia.

Sesampainya di Kupang udah letih banget 9 hari ini, harus penuhin undangan DPRD lagi untuk dengar pendapat soal TKI ilegal ini. Mencoba semangat, untung teman-teman jurnalis yg bareng asyik asyik bisa jadi tempat curhat (lho kok!).

Habis selesai acara kita gak mau ngelewatin episode beli oleh-oleh yang cukup nguras kantong karena beli kain ikat NTT lumayan mahal. Tapi mana tega lu nawar rendah sama pedagangnya karena tahu gimana susahnya bikinya dan gimana lu bantu mereka dengan beli produk kain ikat.

Kemudian dengan baik hatinya, driver kita nganterin ke wisata di dekat situ gara-gara gue komporin untuk bisa kemana gitu di akhir terakhir. Dan sampailah kita di air terjun  Oenesu. yang letaknya lumayan terpencil dan gak terurus. Kasihan! padahal air terjun ini lumayan jernih dan bersih, beberapa pemuda juga cliff jump di sini. Asyik banget tapi karena enggak bawa baju, mikir2 deh buat nyebur.


Di sini kita bisa naik ke beberapa tingkatnya. Tenang aja enggak batunya licin kok. Setelah puas main-main dan dapet foto keren, akhirnya kita balik dan keingetan kembali klo kita sebenarnya sudah capek banget. Sore di hotel saya langsung tepar dana entah kenapa sedih banget hati karena besoknya harus pulang dan ternyata ini firasat kalau ternyata ibu dari orang terdekat saya meninggal. Hufft...

Bagaimana pun saya merasa beruntung pernah menginjakkan kaki di sini. Di tempat yang bagi banyak orang disebut 'kepingan surga Indonesia'. Jadi jangan sayang sama uangmu buat pergi ke sini. Dijamin enggak nyesel!


Minggu, 23 Oktober 2016

Eksotisme di Timur Indonesia yang Menggugah Nasionalisme- NTT (3)

Dari perbatasan NTT-Timor kita  balik lagi ke Kupang untuk terbang ke Flores Timur.Dengan pesawat mini, perjalanan ke Larantuka, Flotim ditempuh kurang dari 1 jam. Dari atas gw udah kayak orang gila karena bagus banget ngeliat jajaran pulau-pula lucu dan hijau-hijau yang enggak pernah gw  liat sebelumnya.


Sampai di bandara Larantuka, gue langsung loncat-loncat kegirangan dan temen-temen gue pura-pura gak kenal gara-gara malu. Sumpah bagus banget! Kalau kata temen gue, Flotim itu sampe langitnya pendek ya saking bagusnya. Bahkan temen gue yanga asli orang Manggarai Flotim bilang, kalau dilihat-lihat kampung gue ternyata bagus ya (yaelah kemana aja lu!)

 Dan kita dikasih penginapan yang lumayan bagus versi di sana dengan pemandangan bibir pantai. Hmmmmmmm....




Enggak bisa lama-lama terlena karena abis ini kita harus nyebrang ke Pulau Solor buat berburu cerita humanis lagi. Dari dermaga Larantuka ke Solor lumayan lama hampir sejam lagi. Tapi enggak apa-apa deh karena lautnya biru banget dan sampe mau tidur-tidur di atas dek perahu.






Sampai di Solor, enggak ada angkot atau mobil bagus yang bisa antar kita ke rumah narsum itu. Kita akhirnya naek mobil pikap yang udah disiapin dengan jalan super kecil.

Perjalanan selama 30 menit makin butuh perjuangan karena kita dsiram hujan. Berhenti dulu deh di kedai kopi yang cuma dari kayu-kayu yang ditiup angin kencang mungkin udah roboh tuh warung.

Antisipasi hujan lagi, kita pasang belakang pikap kita dengan terpal bener-bener adventure banget mana gw kebelet pipis akhirnya untuk kesekian kalinya numpang lagi di rumah orang. Beruntung mereka welcome banget meski gue cuma numpang buang aer.

Yang menarik sepanjang perjalanan kita juga bandel metik buah kopi yang sudah matang untuk dinikmati bersama. gak cuma itu karena di sini kita banyak banget nemuin makam di depan rumah yang dihias dan dibangun jauh lebih bagus dari pada rumahnya. Aneh kan.


Anak-anak, ibu-ibu gak takut, mereka duduk aja santai sambil ngobrol-ngopi di atas kuburan itu macem teras gitu.

Di sana juga gue banyak ketemu laki2 yang potongan rambutnya sama. Serius, potongan rambutnya sama. Semacam setengah pitak gitu dan sumpah itu aneh sekaligus lucu banget.






Di tempat ini gue ketemu anak kecil yang enggak sekolah. Keliatannya rajin dan ulet dalam pekerjaan tapi dia enggak sekolah karena bantu orangtua, semacam jadi kenek gitu. Hujan-hujan dia akhirnya pulang sakit. Sembari kasih kompres instan gue sama temen-temen wartawan lain bujuk dia buat sekolah dan akhirnya disambut baik sama panitia yang mau menyekolahkannya. Selamat! Gak boleh lagi ada anak yang putus sekolah.





Ok sampai di rumah narsum kita ngobrol ngalor ngidul. lagi-lagi soal TKI ilegal yang jadi profesi mereka, atau bahasa halusnya TKI swadaya karena yang mereka tahu mereka ke Malaysia berangkat sendiri tanpa jalur resmi pemerintah.

Saya sempat berbincang secara personal dengan istri pemilik rumah yang ternyata orang Jawa yang terpaksa pindah ke NTT karena ikut suami. Sungguh jarang terjadi yak.

Mau apapun itu, pilihan menjadi TKI Ilegal mereka anggap enggak dosa karena mereka emang nyari duit di tengah sulitnya pekerjaan di sana. Meski mereka tahu, mereka bisa pulang hanya nama atau sekalipun mati, jenazah mereka bisa aja luntang lantung. Bagi mereka itu bagian dari risiko kerja.




Selasa, 11 Oktober 2016

Eksotisme di Timur Indonesia yang Menggugah Nasionalisme - NTT (2)

Perjalanan di Timur Indonesia dilanjutkan ke perbatasan NTT dan Timor Leste. Kabupaten yang dikunjungi namanya Malaka, letaknya berbatasan dengan Timor Leste. Jadi kalau ke sini dapat SMS deh dari Telkomsel kalau kamu lagi ada di pebatasan dan kena roaming. Oke cakep! makanya langsung deh dimatiin sinyalnya.

Rumah si ibu yang satu ini letaknya di tengah pengunungan yang hijau yang udara sejuk dan segar banget. Sesampainya di sana kita disambut ibu-ibu yang sedang mengunyah sirih.

Udara dingin membuat gue selalu pengen buang air kecil dan setiap buang air kecil itulah gue degdegan karena hampir semua toilet mereka dekat dengan kandang babi. Yang dalam bayangan gue itu babi tiba-tiba keluar kandnag trus masuk ke wc yang gue lagi ad di dalamnya. horor banget kan.

Masalahnya babinya itu bukan babi pink2 tpi semacam celeng yang bulunya super hitam.

Oke balik lagi ke perkumpulan ibu-ibu Malaka ini. Gue selalu salut sama orang-orang yang meski kondisinya terbatas begini mereka tuh bisa maju. Ada ibu yang saat rumahnya terbakar habis dia mengadu nasib ke Malaysia meski jadi TKI ilegal, Pulang-pulang dia membangun rumah dan sekolah S1 dong. keren banget kan. Meski udah gak muda tetap sadar pendidikan. gue suka banget nih model begini!

Kita juga diajak ke rumahnya yang kalau di sana sudah lumayan bagus karena lantainya tidak lagi tanah dan rumahnya sudah semi tembok, berbeda dengan rumah kebanyakan di NTT khususnya perbatasan.

Yang mempunyai rumah tembok itu cuma PNS dan TKI konon katanya begitu, miris ya.



Oh ya, di part 1 gue lupa kalau gue sempet mampir fot-foto. Ketika temen gue anak jakpost sibuk foto di ladang jagung. Gue malah ilang ke rumah khas NTT, Umah Klaran.

Di sini ada seorang nenek yang asyik nyirih tanpa alas, pas ditanya gak bisa bahasa Indonesia dong. Untuk ada anaknya yang membatunya. cerita lengkapnya bisa dilihat di link ini.


https://www.merdeka.com/peristiwa/mengintip-umah-klaran-rumah-adat-ntt-yang-kental-ritual-adat.html

Oh ya catatan juga di NTT ini banyak keliran anjing liar. Untungnya banyak dari orang NTT mesti ga dikampanyein harus jangan sara, mereka udah tahu caranya menghormati tamu muslim


Mereka tidak menyajikan masakan babi dan mengusir anjing yang dekat2 saya karena saya ketakutan banget. hahahah

Lepas dari rumah si ibu keren itu, kita mampir ke pos perbatasan Timor Timur di Atambua. Sebenarnya mau masuk tapi enggak bawa paspos jadilah kita selfi2 aj di pos tersebut.



dan menjelang gerbang ditutup, hujan pun turun. Jalan menuju ke sana lumayan rusak dengan pepohonan rindang banget. Enggak jauh dari situ ada kamp pemukiman pengungsi korban konflik Timor waktu Timor mau merdeka.

Gue cuma ngeliat gubuk gubuk mereka, huh padahal rasanya mau banget ke sana dan dengar cerita-cerita mereka.

Kalau ke Malaka juga jangan lupa cicipi pisang pake sambel tomat. Pisang luan di sana rasanya mirip singkong jadi pas tuh pake sambel.

Selasa, 29 Maret 2016

Touching story : American Learns Salat

Eveyone converted to Islam will eventually need to learn salat. Sometimes they will find unforgettable experiences during the process. That also what happened to Gary Matthew from USA. He told that he had memorable experiences when he was doing salat for the first time.

Gary and his wife


Gary did first salat at a mosque in Georgia. He also has knew there is moslem community that comes from Africa. At first, they stared Gary unfriendly and distrustful at first because Gary did not looks like a moslem. He didnt wear any rimless cap or grew his beard.

"People stared me deeply. My mentor said was ok. Maybe they tought that I came from government to investigate them."

In mosque, Gary was trying to perform Zuhur pray. "I knew they're still staring at me. But when I looked back to them, they pretended to not see me. Once again my mentor said it is ok. Just do what do you want to do,"

When he started to pray,  everybody gave attention to Gary, when he was doing salat. After that, all become so touching.

"I remembered all. After salat, they hailed me while saying welcome brother. I can't believe that and almost cried."

Finally, they have good relationship. They call Gary as undercover brother because he doesn't look like Moslem.

"They never ask me to grow my beard or change my name. Becoming of moslem, it doesn't change you but change something in your heart"

Gary said " With this look, I can talk jewish, christian easily. They dont believe in me that I am a Moslem"


Senin, 28 Desember 2015

Started from Linkin Park, Gary convert to Islam

Started from talking about Linkin Park with woman from Indonesia, Gary William knew Islam and Koran. "Previously I was an agnostic as my family. So we were going to church only for wedding ceremony. A bit after I had deep conversation with Illona now I am Moslem," said Gary at his home in Bintaro.

Illona, now his wife, always made Gary curious about her belief. For Gary, Islam is religion with interesting material and ritual and as religion it makes sense. "Islam contains of all things. From nature until space. One year later I started to drink non-alcohol. After that I have learnt not to eat pork," Said Gary who join Mualaf Center in Jakarta.

He actually does not instantly believe in Mohammad's religion. He only thinking about god concept. " I am amazed with this Koran. And I believe this Koran is not made by human. because it is so accurate. I felt so weird when they said jesus was crucified. It doesn't make sense. I have doing research that jesus is only human not a god." said father with a son.

His experience and understanding has completed when he met his moslem friend named Hood. Hood brought Gary to Islamic Center to learn salat. "In that place, I have met so many moslem friends. He helped me after 8 months trying to understand Islam. I think Islam is good, not like the news they are talking"

Gary finally converted to Islam in early 2011. He is very lucky because Hood offering him to go to Makkah to do umra.

Gary and family


Minggu, 11 Oktober 2015

Old woman keep sister's body for a week

Cikini residents was shocked by the finding of dead body in a house of two sisters. People of surabaya street first smelled something bad from the old dutch-house of Theresia (73) and Elisabeth (75). Be supicious, they reported it to their administrator.

Their home
Soon, police came and found that Theresia was dead in a terrible condition. Her sister could not do anything unless saw Theresia's motionless and full of blood body.

Police brought the corpse to nearest hospital and asked her sister why she didn't report it, but Elisabeth didn't say anything.

She just said that she knew her sister was dead and wanted to stay with her. Elisabeth did not let the police to bring her sister's dead body to hospital before.

Elisabeth stay dodge at her home after the incident. The very next day after the incident, people from church foundation came to see her. She did not want to see them at first. They told journalists that they want to help her since she now live alone after her sister passed away. Moreover, they worried that something would happened to her in age of 75 years old.

A few minutes later, she came out from her home. She admitted that she was regret for not being able to call for a help for her sister. She is old and with a part foot rotted. She was hobble and can not walk properly. "I can't make a call with this condition. And she is not kid anymore" shouted her.

http://www.merdeka.com/peristiwa/elisabeth-saya-tidak-bisa-nolongin-theresia.html

Kamis, 08 Oktober 2015

Ambisi terus hidup abadi dengan rekayasa hormon


Seiring bertambahnya usia, sel-sel di dalam tubuh juga ikut menua. Selama beberapa tahun penuaan bisa ditangkal dengan aktifnya sel memperbaharui diri dengan bantuan kromosom Telomer. Dalam kromosom ini terdapat enzim Telomerase yang mampu mencegah penuaan, namun jika semakin banyak enzim ini digunakan maka kromosom Telomer semakin memendek yang menyebabkan tidak lagi optimal menghidupkan sel-sel yang telah mati.

Banyak cara dilakukan agar dapat menjaga keremajaan, caranya dengan menambah super hormon. Super hormon dirancang  untuk menghalangi kromosom Telomer memendek sehingga keremajaan dapat dipertahankan dan mencegah penuaan, meningkatkan ingatan dan daya tahan tubuh.  Namun super hormon ini masih terbatas pada ide para peneliti. Belum jelas apakah mereka berhasil membuat super hormon untuk manusia. Sebab bagaimanapun juga hidup sehat dan teratur jauh lebih penting daripada mengandalkan super hormon ini. 



Rekayasa kromosom Telomer pernah dilakukan pada domba kloning Dolly. Para ilmuwan menggunakan sel-sel domba dewasa atau kromosom Telomer matang kepada domba Dolly akibatnya umur domba Dolly pendek karena Telomer tidak mampu lagi memperbaharui sel.

Sumber : Park Ji Hyeong dan Jo Yeong seon
Future Science 



Jumat, 02 Oktober 2015

Doni suffering because he sells Soekarno poster

Doni (52) is one of the street vendors who had suffered a lot because of his goods. He doesn't sell any drugs or firegun which breaking the law, but only the pictures and posters of Soekarno, Indonesia first presiden.

He has been selling the picture and poster of Soekarno since 1975. He started selling it on the train. Unpredictably these pictures had brought him to the jail in 1977, 1979, and 1980. Up until now, he still doesn't know why the police arrested him.
"I had been in jail in 1977, 1979 and 1980. It was the era of Soeharto and they thought I was spreading Soekarno's doctrine. While in fact, the only thing I had was a picture. I told them, 'if you can prove it that I influenced people, you can arrest me" said him at his shop in Manggarai.

Doni wasn't just threatened but also got violence from polices. "I had been in jail in Kota, Blok M and Senen. I had been in Jatinegara prison for almost 2-3 weeks. They gave me punches and also stepped on me. Back then, either picture or poster of Soekarno was forbidden"
Time after time has passed  and Indonesia has changed but the suffering is still around, haunting him. He got threat of eviction.

There were three eviction notice until now, it said that he must get out from the state land. But it is strange because other street vendors don't get the same notice.

"They said this belongs to the state and they are going to build park. I will keep refuse that. SBY portrait has ever been downgranded by people, but why Soekarno? Soekarno was our proclamator. Why does a proclamator get eviction? Just try me," said him.

http://www.merdeka.com/peristiwa/doni-tak-tergiur-jual-foto-selain-bung-karno.html

Kamis, 10 September 2015

Papua tailings causing miscarriage and suffering

Tailings, well known as mining disposal makes untold suffering in papua, especially for Kamoro tribe. Mining disposal does not only change social culture in Papua but also has impact on their health.

"Mangroves were destroyed. We are forced to eat from destructive and polluted biota. Fishes transformed into abnormal shape, they got a big head but their body still small, and we know those fishes are poisonous," told John Nakiaya from Institute for Indigenous People of Kamoro at Kontras office.
"Pregnant women still drink this water. It caused them to lose their child or their children being disable. We will draft this problem soon," he added.

Later, tailing becomes piled up. People are forced to move out from their homes. In fact, as fisherman they also find a difficulty to get fish due to silty coast.

"Even whales can go near to the village river  whereas this river is a route of public transportation," he continued.

Now Kamoro people decided to refuse smelter project which can worsen their environment.
But these protests sometimes make them suffer "Our car was pelted with stones and our home was burnt,"

They only hope that government can stop this project which can harm their life and health.

 

Senin, 07 September 2015

Since he was naked after give away his only clothes, Mohammad felt ashamed to walk out


Prophet Mohammad spent his life in modesty. He always tried to be one who is giving rather than taking from others. The poor could easily asked Mohammad for alms, though they know Mohammad was not rich man.

One day, a child came to Mohammad and said that his mother had him to ask for alms.
“But I don’t have anything to give” said Mohammad as quoted in Mohammad: Chamber of love book

But that child kept forcing him and said, “But my mom said that you can give me your clothes?” Mohammad put off his clothes instantly and gave it to child.

Since he didn’t have any clothes on, Mohammad felt ashamed to walk out naked. The news had spread immediately, and made people really confused and worried.

Omar went to his house and asked him, “Did Allah command you for doing these? “

Then comes an ayah to prophet Mohammad “And let not thy hand be tied (like a miser) to thy neck, nor stretch it forth to its utmost read (like a spendthrift), so that thou become blameworthy and in severe poverty (surah al Isra 29) .

This kind of generosity was also followed by his wives. One of them named Aisha had once gave someone alms until she had nothing remains to break her fast.

Narrated by Al-Baihaqi, she said “Rasulullah never ate his fill for three days in a row. We could, if he wants, provide everything but he would prefer to give it to others firs than for himself,” 

http://www.merdeka.com/ramadan/sedekahi-baju-satu-satunya-rasulullah-telanjang-tak-berani-keluar.html